PENILAIAN TERHADAP KITAB SUNAN IBN MAJJAH


PENILAIAN TERHADAP
KITAB SUNAN IBN MAJJAH

Marx Achmad

Marx Achmad

Oleh: Muhammad Hambali, S.HI

A. Pendahuluan
Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Keberadaannya dalam ajaran Islam adalah sebagai penjelas terhadap segala sesuatu yang terdapat dalam al-Qur’an. Peranan hadis menjadi semakin penting manakala di dalam al-Qur’an tidak ditemukan ketetapan hukum, semisal tata cara melaksanakan sholat lima waktu.
Ibn Majjah, sebagai salah satu ulama’ yang menekuni bidang Hadis, merupakan ulama’ yang hidup pada zaman pemerintahan Dinasti Abbasiyyah tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun (198H/813M) sampai akhir pemerintahan al-Muqtadir (295H/908M).
Kontribusinya terhadap perkembangan ilmu Hadis, dibuktikan dengan maqnum opusnya “Kitab Sunan Ibn Majjah”. Dalam perkembangannya, kitab Sunannya ini mendapatkan respon yang beraneka ragam dari kalangan ulama Islam. Tentunya yang dimaksud di sini adalah eksistensi kitab Sunan Ibn Majjah dalam Kutubu al-Sittah.
Beraneka ragam pandangan para ulama terhadap keberadaan kitab Sunan Ibn Majjah dalam Kutubu al-Sittah, pada dasarnya dilandasi oleh pemikiran apakah kitab Sunan tersebut layak untuk menjadi kitab keenam setelah lima kitab pokok Hadis atau Kutubu al-Hamsah. Pandangan-pandangan tersebut pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang menentang dan kelompok yang mendukung atau sepakat.
Berangkat dari hal itu, pada dasarnya makalah ini mencoba mendiskripsikan bagaimanakah sebenarnya kitab Sunan Ibn Majjah tersebut, yang meliputi kajian tentang proses pembentukan kitab Sunan Ibn Majjah, sistematika penulisan kitab dan yang terakhir adalah komentar, kritik atau pandangan para ulama terhadap kitab Sunan Ibn Majjah baik yang menyangkut tentang kualitas Hadisnya maupun eksistensinya dalam Kutubu al-Sittah yang di akui atau tidak telah melahirkan polemik dikalangan para ulama.

B. Biografi Ibn Majjah Dan Perkembangan Intelektualnya.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Bin Yazid Bin Majjah ar-Rabi’I al-Qazwini. Ia terkenal dengan nama Ibn Majjah. Lahir di Qazwin pada tahun 209 H dan wafat pada tanggal 22 Ramadhan 273 H. Menurut satu pendapat nama Majjah adalah Laqab bagi ayahnya yang bernama Yazid, yang juga terkenal dengan Majjah Maula Rab’at. Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa Majjah adalah ayah dari Yazid.
Kecenderungan Ibn Majjah terhadap Hadis sudah terlihat sejak umur 15 tahun. Pada masa itu, ia berguru pada Ali Ibn Muhammad al-Tanafasy (w.233H) dan Jubarah Ibn al-Muglis. Sekitar umur 21 tahun, Ibn Majjah melakukan perjalanan kebeberapa negara seperti Ray (Teheran), Basrah, Kufah, Bahdad, Khurasan, Suriah dan Mesir.
Dari perjalanannya tersebut ia bertemu dengan ulama’-ulama’ Hadis seperti Abu Bakar Ibn Abi Syaibah, Muhammad Ibn Abdullah Ibn Numayr, Hisyam Ibn Ammar, Ahmad Ibn al-Azhar, Basyar Ibn Adam dan al-Lays. Dari nama-nama itu pula Ibn Majjah mendapatkan ribuan Hadis.
Selain itu, banyak pula para tokoh yang meriwayatkan Hadis dari Ibn Majjah, seperti Ibn Sibawaih, Muhammad Ibn Isa al-Saffar, Ishaq Ibn Ibrahim, Sulaiman Ibn Yazid, dan Ibrahim Ibn Dinar al-Jarasyi al-Hamdani.

C. Karya Intelektual Ibn Majjah
Selain mahir dalam bidang Hadis, Ibn Majjah juga menguasai disiplin ilmu lain. Hal ini dibuktikan, bahwa semasa ia hidup ia mempunyai karya-karya yang bukan hanya dalam bidang Hadis. Karya-karya tersebut adalah sebagai berikut :
• Dalam bidang tafsir, Ibn Majjah memiliki karya “Tafsir al-Qur’an al-Kariim”. Tafsir ayat-ayat al-Qur’an yang dilakukan Ibn Majjah hanya sebatas terjemahan saja. Selain itu, keberadaan kitab tafsir ini tidak sampai ketangan kita, sebab kitab tafsir dari Ibn Majjah masih dalam bentuk manuskrib.
• Dalam bidang sejarah, Ibn Majjah memiliki karya al-Tarikh al-Islam yang berisi tentang sejarah sejak masa sahabat sampai dengan masa Ibn Majjah.
• Dalam bidang Hadis, yang sekaligus membuat ia terkenal yaitu Kitab Sunan Ibn Majjah.

D. Beberapa Kitab Syarah Ibn Majjah
Beberapa kitab yang mensyarahkan kitab sunan Ibn Majjah adalah :
• Al-Muglata’I (w. 726) dalam kitabnya al-I’lam bi Sunanih Alaihi al-Salam.
• Al-Kamaluddin Ibn Musa al-Darimi (w. 808 H) dalam kitabnya Syarah Sunan Ibn Majjah
• Ibrahim Ibn Muhammad al-Halabi dalam kitabnya Syarah Sunan Ibn Majjah
• Jalal al-Diin al-Syuyuti (w. 911 H) dalam kitabnya Syarah al-Zujajah bi Syarh Ib Majjah
• Muhammad Ibn Abd al-Hadi al-Sindi (w. 1138 H) dalam kitabnya Syarah Sunan Ibn Majjah

E. Sistematika Sunan Ibn Majjah
Kitab Sunan Ibn Majjah yang terdiri atas 2 Jus, 37 kitab, 1515 bab dan 4341 Hadis , disusun berdasarkan masalah hukum fiqh. Hal ini memudahkan kita untuk mengakses Hadis-Hadis yang terdapat didalamnya sesuai dengan kebutuhan. Untuk lebih jelasnya bagaimana sistematika penulisan Kitab Sunan Ibn Majjah, dapat di lihat dalam tabel di bawah ini :

No Nama Kitab Juz Hlm No Nama Kitab Juz Hlm
– Al-Muqaddimah I 3 19. Al-Itq II 840
1. Al-Taharah I 9 20. Al-Hudud II 847
2. Al-Sholat I 219 21. Al-Diyat II 873
3. Al-Azan I 232 22. Al-Wasaya II 900
4. Al-Masajid Wa Al- Jama’ah I 234 23. Al-Faraid II 908
5. Al-Iqamah I 264 24. Al-Jihad II 920
6. Al-Jana’iz I 461 25. Al-Manasik II 962
7. Al-Siyam I 525 26. Al-Azahi II 1043
8. Al-Zakat I 565 27. Al-Zabaih II 1056
9. Al-Nikah I 592 28. Al-Syad II 1068
10. Al-Talaq I 650 29. Al-Atimah II 1083
11. Al-Kafarat II 676 30. Al-Asyribah II 1119
12. Al-Tijarat II 723 31. Al-Tib II 1137
13. Al-Ahkam II 774 32. Al-Libas II 1176
14. Al-Hat II 795 33. Al-Adab II 1206
15. Al-Sadaqah II 799 34. Al-Du’a II 1258
16. Al-Zuhud II 815 35. Ta’bir Al-Ru’ya II 1258
17. Al-Suf’ah II 833 36. Al-Fitan II 1290
18. Al-Luqatah II 836 37. Al-Zuhud II 1373
Pada Bab pendahuluan (Muqaddimah) terdapat Hadis-Hadis tentang berbagai hal yang berhubungan Sunah Rasulullah SAW. Dan keutamaan ilmu. Setidaknya dalam bab ini terdapat 24 masalah yang termuat dalam 266 Hadis.
Selain itu, yang menarik adalah bahwa dalam Kitab Sunan Ibn Majjah sebagaimana yang tergambar dalam tabel di atas, Ibn Majjah mengawalinya dengan pembahasan tentang Taharah yang dilanjutkan dengan pembahasan tentang Shalat. Hal ini, menguatkan asumsi bahwa sunan Ibn Majjah sistematika penyusunannya didasarkan pada permasalahan hukum Fiqh.
Di samping itu, menurut Suryadilaga pembahasan masalah Haji diletakkan jauh dari masalah ibadah yakni setelah pembahasan masalah Jihad, dimungkinkan bahwa ibadah Haji itu lebih dekat dengan Jihad dan demikian juga dengan Ibadah.

F. Kritik Terhadap Sunan Ibn Majjah
Menurut Syihab al-Din Ahmad Ibn Abi Bakr al-Busuri (w. 840 H) bahwa dalam kitab Sunan Ibn Majjah banyak terdapat hadis-hadis yang tidak di sebut atau termuat dalam 2 kitab Shahih ( Bukhari Dan Muslim ) dan kitab sunan sebelumnya (Dawud, Nasa’I dan Turmudzi).
Selain itu, menurut Muhammad Fuad Abd al-Baqi bahwa dari jumlah Hadis yang termuat dalam Sunan Ibn Majjah Yaitu 4341 Hadis, 3002 Hadis merupakan Hadis-Hadis yang sama termuat dalam lima kitab Hadis. 1339 Hadis masuk dalam kategori Zawa’id dan tidak terdapat dalam lima kitab Hadis sebelumnya.
Dari sejumlah Hadis yang masuk dalam kategori Hadis Zawa’id, diklasifikasikan lagi menjadi beberapa bagian, yaitu 428 Hadis adalah Hadis-Hadis yang diriwayatkan oleh para periwayat yang dapat dipercaya dan Shahih sanadnya, 199 Hadis Sanadnya bernilai Hasan, 613 Hadis bernilai Sanad Doif, 99 Hadis bernilai lemah, munkar dan didustakan.
Di samping kedua kritikus di atas, Ibn Katsir juga turut memberikan komentarnya sebagaimana yang dikitip oleh Endang Soetari dalam bukunya yang berjudul “Ilmu Hadis”. Menurut Ibn Katsir “ Muhammad Ibn Yazid Ibn Majjah adalah pengarang kitab al-Sunan yang termashur. Kitab ini telah menjadi bukti akan kegigihan kerjanya, kedalaman, dan keluasan ilmunya, bacaan dan pemuatannya terhadap tradisi Nabi Muhammad SAW, baik dalam masalah Ushul maupun Furu’. Kitab ini terdiri dari 32 kitab (Bab) dan 1500 Bab (Pasal). Didalmnya terdapat 4000 hadis yang berkualitas ,ada juga yang tidak “
Perincian jumlah Hadis, jumlah kitab dan jumlah bab sebagaimana yang dikatakan oleh Ibn Katsir di atas, juga diperkuat oleh Abu Hasan sahabat dari Ibn Majjah. Menurut Abu Hasan, bahwa kitab sunan Ibn Majjah terdiri atas 32 Kitab, 1500 bab dan 4000 Hadis.
Adapun dari sisi Rijalul Hadis, Ibn Majjah merupakan ulama yang masuk dalam golongan yang mempermudah masuknya Rijal al-Hadis. Artinya dari sekian banyak Hadist yang terdapat dalam kitabnya terdapat juga nama-nama periwayat yang dikategorikan pendusta dan periwayat yang banyak ditinggalkan oleh ulama Hadis lain , seperti Amr Ibn Subh, Muhammad Ibn Said al-Madlub, al-Waqidi dan yang lainnya.

G. Eksistensi Kitab Sunan Ibn Majjah Dalam Kutubus Sittah
Kitab Sunan Ibn Majjah dalam posisinya sebagai bagian Kutub al- Sittah (6 kitab pokok Hadis), masih diperselisihkan oleh para ulama’. Dari perselisihan ulama tersebut, dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang menentang atas keberadaan Sunan Ibn Majjah sebagai bagian dari Kutub al-Sittah dan kelompok yang sepakat bahwa Sunan Ibn Majjah adalah kitab ke enam dalam Kutub al-Sittah.
Kelompok yang tidak sepakat diwakili oleh Abul Hasan Ahmad Bin Razin al-Abdari as-Sarqasti (w. sekitar 535 H). Menurut as-Sarqasti, bahwa kitab ke-enam adalah al-Muwatta’ Imam Malik bukan Sunan Ibn Majjah. Hal ini dikarenakan al-Muwatta’ derajatnya lebih tinggi dari Sunan Ibn Majjah. Pendapat tersebut terdapat dalam kitabnya “al-Tajrid Fil Jam’I Bainas Sihah”. Pendapat as-Sarqasti di atas di ikuti oleh az-Zabidi as-Syafi’I (w. 944 H) dalam kitabnya “Tasyirul Wusul”.
Sedangkan ulama yang sepakat menempatkan sunan Ibn Majjah sebagai Kitab ke-enam, di wakili oleh al-Hafiz Abdul Fadli Muhammad Bin Tahir al-Maqdisi (w. 507 H) dalam kitabnya Atraful Kutubus Sittah yang diperdalam dalam risalahnya ”Syurutul A’imatutis Sittah “. Pendapat al-Maqdisi tersebut, di ikuti oleh Hafiz Abdul Gani Bin al-Wahid al-Maqdisi (w.600H) dalam kitabnya “al-Ikmal Fi Asma’ ar-Rijal”. Kelompok ini berpendapat bahwa kitab Sunan Ibn Majjah banyak terdapat Hadis yang masuk dalam kategori Zawa’id.

H. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas di ketahui, bahwa dalam kitab Sunan Ibn Majjah terdapat beraneka ragam jenis kualitas Hadis. Bukan hanya hadis yang Shahin namun juga terdapat hadis yang Dhoif bahkan Maudhu. Oleh karena itu, dalam menetapkan hukum apabila menggunakan hujjah hadis yang berasal dari kitab sunan ini hendaknya dilakukan penelitian terlebih dahulu

DAFTAR PUSTAKA

Abu Syuhbah, Mauhammad, Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutubi al-Shihahi al-Sittah,Terjmh. Ahmad Usman, Surabaya: Pustaka Progresif, 1993

Majjah, Ibn, Sunan Ibn Majjah, Juz 1 Beirut: Dar al-Kutub al-Alamiyah,

Majjah, Ibn, Sunan Ibn Majjah, Juz 2, Beirut: Dar al-Kutub al-Alamiyah,

Soetari, Endang, Ilmu Hadis, Bandung: Amal Bakti Press, 1994

Suryadilaga, M. Alfatih, Studi Kitab hadis, Yogyakarta: Teras, 2003

3 comments on “PENILAIAN TERHADAP KITAB SUNAN IBN MAJJAH

  1. aslkum. seblumnya saya trima kasih atas smuanya, tapi klau bisa bpk memaparkan hadis2 yg di bawa ibnu majjah skaligus mnjelaskan biografi bliau? bpk sya mnta tlng memparkan hadits dari ibnu majjah skligus kbradaan hadits tsb terltak pda kitab apa nmany? klau bisa di krim skrang sblumnya trima kasih dan salam ukhuwah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s