MEMBANGUN STABILITAS EKONOMI MAKRO


MEMBANGUN STABILITAS EKONOMI MAKRO
LEWAT INTEGRITAS PIMPINAN BANK INDONESIA
Oleh : Muhammad Hambali

Dengan ditolaknya dua calon gubenur Bank Indonesia olehkomisi XI DPR RI lewat uji Fit And Proper Test, Presiden sesuai amanat undang-undang diharuskan mengajukan calon baru kembali. Spekulasi pun muncul dikalangan masyarakat kira-kira siapa yang akan diajukan oleh Presiden. Nama-nama yang muncul kemudian salah satunya adalah Menku Sri mulyani Dan Menko Perekonomian Boediono. Tanda Tanya public akan nama yang diajukan presiden tak lama kemudian terjawab ketika Presiden lewat Wapres Yusuf Kalla menyetorkan nama tunggal sebagai calon baru yakni Menko Perekonomian Pak Boediono.
Yang menarik adalah respon dari kalangan dewan tidak seperti yang terjadi ketika Presiden mengajukan 2 calon sebelumnya, yakni Raden Pardede dan Agus Matowidjoyo. Hal ini mugkin disebabkan oleh kapasitas dan kredibilitas Boediono sebagai pelaku dan mumpuni dalam bidang moneter dan penguasaan sector rill. Hal ini mungkin adalah alas an yang dapat diterima oleh semua kalangan ketimbang 2 calon sebelumnya.
Walaupun demikian, keberadaan Budiono dalam meraih kursi Gubernur BI bukan tanpa halangan. Pasalnya di masa lalu semasa Pemerintahan Megawati, Budiono terlibat dalam keluarnya kebijakan tentang penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) pada 2 obligor BLBI yakni Anthoni Salim dan Sjamsul Nursalim. Kasus BLBI yang sampai hari ini belum menemukan pemecahan yang komperhensif akhir-akhir ini menjadi prioritas kalangan dewan tentang kejelasanya.
Kendati demikian Budiono lagi nampak lebih di respon positif oleh kalangan dewan dan kalangan lainnya seperti Perbankkan. Menyadari akan kondisinya, Budiono pun sepenuhnya menyadari akan kondisinya tersebut. Ia sepenuhnya Sadar bahwa salah satu ganjalan untuk melenggang kekursi Gubernur dalam Uji Fit and Proper Tes adalah munculnya pertanyaan seputar kasus BLBI.
Salah satu persiapan dia dalam uji Fit and Proper Tes adalah dia tengah mempersiapkan makalah dalm ujian komisi XI DPR RI. Menanggapi pertanyaan dari wartawan tentang keterlibatan dia dalam kasus BLBI Budiono menuturkan dengan tenang “ ya akan saya jawab dengan sebenarnya”.
Di sisi lain, pencalonan Budiono sebagai Gubernur BI, sangat diharapkan pemerintah bisa lolos dalam uji Fit and Proper Tes Komisi XI DPR RI, sebab jika Budiono juga tidak lolos alis di tolak juga, maka sesuai dengan amanat Undang-Undang bahwa jika dalam 2 kali pengajuan nama oleh presiden ditolak oleh DPR, maka gubernur yang sebelumnya akan diangkat kembali. Dalam hal ini, tentu adalah Burhanidin Abdullah.
Jika demikian, tentu akan sangat menyulitkan posisi pemerintah, sebab Burhanudin Abdullah dalam perkembangan terakhir telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus BLBI oleh KPK. Keadaan tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kepercayaan pasar terhadap market ekonomi Indonesia.
Salah satu anggota Komisi XI DPR RI, Hary Azhar Azis meyatakan “ saya kira pak Budiono harus menyiapkan jawaban karena pertanyaan kasus BLBI akan muncul, siapkan juga data dan angka resminya” sebab, menurut Hary, selama ini penjelasan pemerintah dinilai oleh kalangan dewan masih kabur.
Namun demikian, terkait keopetensi dan integritas Budiono tidak bias diragukan lagi. Penguasaannya terhadap permasalahan Moneter, fiskal dan sector rill tidak bias diragukan lagi. Walaupun kadangkala menurut hary menerapkan teori dalam lapangan itu tidak semudah yang dibayangkan oleh orang. Bagi Hary, di Internal BI sendiri masih banyak hal yang harus dibenahi, salah satunya adalah tercapainya sinergi antara kebijakan moneter dan fiscal. Selain itu, Hary juga menaruh harapapan dengan terpilihnya pak Budiono, diharapkan kebijakan moneter bias mempertimbangkan keberadaan sector Rill.
Di tempat terpisah, ekonom Indef Alviliani, berpandangan bahwa terpilihnya Budiono, tidak akan membawa perubahan yang besar terhadap Internal BI. Ia menilia bahwa Budiono adalah salah satu tipe orang yang amat konservatif. Namun dari segi kompetensi dan kapabilitas Budiono dalam persoalan makro dan Mikro Ekonomi tidak bias diragukan lagi. Senada dengan Hary, ia pun menaruh harapan besar dengan terpilihnya Budiono, stabilitas kebijakan moneter yang mempertimbangkan keberadaan sector Ril akan tercapai.
Sementara itu, dari kalangan perbankkan merespon positif atas pencalonan budiono. Menurut wakil Direktur Utama Bank Danamon Jos Luhukay dan direktur bank NISP, Pramukti Surjaudaja, kompetensi Budiono dalam persoalan moneter dan fiscal di nilai mumpuni. Dari hal itu, mereka mengharapkan di bawah kepemimpinannya Sinergi antara kebijakan Moneter dan fiscal yang selama ini dinilai berjalan sendiri-sendiri bias tercapai.
Bagi kalangan perbankkan, selama ini kebijakan moneter dan fiscal yang berjalan sendiri-sendiri sangat membingungkan kalangan perbankkan dalam menjalankan strategi dan operasional sebuah Bank. Hal ini juga tampak pada sector keuangan lainnya seperti asuransi, dana pension, maupun pasar modal. Oleh karena itu, sudah saatnya Indonesia memiliki kebijakan satu pintu untuk mengatur industri keuangan secara keseluruhan, di samping tentang harapan tercapainya stabilitas perbankkan, suku bunga dan nilai tukar Rupiah.
Bagi saya fakta-fakta diatas adalaha sebuah gambaran bahwa betapa selama ini baik kebijakan moneter dan fiscal telah berjalan sendiri-sendiri tanpa ada upaya untuk mensinergikan antara keduanya. Padahal kita tahu bahwa kedua instrument tersebut adalan sangat vital peranannya dalam membngaun tercapainya stabilitas ekonomi. Bias dibayangkan bila dua kebijakan tersebut tidak salng sinergi, tentu hal ini akan menambah carut marut perekonomian bangsa.
Di sisi lain, kebijakan yang mengakomodir kalangan mikro atau sector rill ekonomi terkesan sangat minim sekali. Dua fakta relaitas ini, diharapkan dengan terpilihnya Budiono sebagai gubernur BI akan membawa tercapainya stabilitas ekonomi baik pada sector makro yang ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekononomi dan tercapainya stabilitas nilai rupiah maupun sector mikro yang ditandai dengan pengfguliran kebijakan populis seperti beberapa saat yang lalu dilakukan oleh Presiden tentang peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dengan kopetensi dan integritas yang memamadai, saya pun byakin dan termasuk orang yang optimis bahwa pengajuan dan terpilihnya pak Budiono adalah pilihan yang terbaik yang ada saat ini dalam mengupayakan tercapainya stabilitas perekonomian di tengah dera kenaikan harga miyak mentah dunia yang telah menyentuh level 95 bahkan 100 Dollar per Barel dan resesi yang tengah menggulung perekonomian Amirika.
Dari sinilah, bagi saya untuk mewujudkan stabilitas ekonomi harus dimulai dari tercapainya stebilitas pucuk pimpinan BI yang dalam hal ini adalaha kualifikasi kompetensi dan Integritasnya terhadap permasalahan ekonomi bangsa. Secara pribadi pula saya yakin personal pak Budiono akan mampu mengemban amanah mulia tersebut serta merelisasikan segenap harapan dari beberapa kalangan. Semoga hal ini bukan hanya segenar feneomena politik dan harapan semu saja. Amiin-amiin ya Mujibussailin

Daftar Bacaan :
• Harian Jawa Pos, 6 April 2008, h.1 dan 15 dalam “Budiono Terhalang BLBI”
• Harian Kompas, 24 Maret 2008, h.19 dalam “Kredit Usaha Rakyat Tumbuh Pesat”
• Harian Kompas, 4 April 2008, h. 15 dalam “Kalangan Perbankkan Sambut Baik Budiono”

2 comments on “MEMBANGUN STABILITAS EKONOMI MAKRO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s