POTRET KEDEWASAAN POLITIK BARAT


POTRET KEDEWASAAN POLITIK BARAT
Oleh : Muhammad Hambali, SHI
Tidak bisa di ingkari bahwa barat dewasa ini bukan hanya gudangnya Negara-negara maju dan adikuasa, melainkan barat juga potret sekaligus cerminan kedewasaan demokrasi. Mengaca pada perhelatan politik di AS, kita bangsa Indonesia sepatutnya mengambil pelajaran dari sana, sebab betapa indahnya bangunan kehidupan politik di Negara adikuasa tersebut.
Diawali dari konvensi partai democrat, yang bertujuan untuk memelih wakilnya sebagai calon presiden AS, partai ini memberikan gambaran pada kita bahwa sungguh indah bangunan politik yang di sajikan. Kondisi ini seakan mentahbiskan bahwa AS adalah satu-satunya Negara yang layak menyandang gelar Maestro Demokrasi.
Dua kandidat yang maju dalam konvensi partai democrat yakni Hilary Clinton dan Barch Obama, yang beberapa bulan lalu dimenengkan oleh Barach Obama, memberikan pelajaran berharga pada bangsa Indinesia khususnya para politikus kita untuk menengok keindahan bangunan demokrasi di partai Democrat tersebut.
Hal ini penting, sebab dengan melirik pada kedewasaan politik pada kubu partai democrat tersebut, Indonesia kedepan akan jauh lebih baik dan menjanjikan kehidupan demokrasinya. Kekalahan Hilary dalam konvensi partai democrat bukan di respon dengan cara kekanak-kakan seperti yang terjadi dalam negeri Indonesia. Sebaliknya Hilary dengan bangga mengakui kekalahannya yang diwujudkan dengan menyatukan kekuatan menuju satu perjuangan politik partai Demokrat. Ini yang saya katakan sebagai potret kedewasaan politik Barat yang dalam hal ini adalah AS.
Fakta lain, dalam harian Kompas Rabu, 27 Agustus 2008 | 10:13 WIB Hilary turut serta berkampanye untuk mendukung manatan rival politiknya tersebut dalam kesempatan tersebut Hilary berkata “Saya sangat terhormat bisa berdiri di sini. Saya bangga menjadi Demokrat dan bangga menjadi Senator New York. Dan saya sangat bangga menjadi pendukung Barack Obama,”
Ia mengingatkan bahwa ini waktu bagi kaum Demokrat untuk bersatu dalam satu tim untuk mencapai satu tujuan, yaitu mengembalikan Partai Demokrat ke Gedung Putih. Selama berbicara , Michelle Obama, istri Barack Obama, memandang tanpa berkedip mantan ibu negara yang berbicara dengan intonasi pelan tapi keras. Sementara, sang suami, Bill Clinton, memandang dengan mata berkaca-kaca dan sesekali menangkupkan kedua telapak tangannya di depan mulut. Ribuan undangan juga terkesima.
Hillary menegaskan, Barack Obama adalah calon Demokrat dan seluruh pendukung Demokrat harus berjuang tanpa kenal lelah agar dia menjadi presiden. Hillary mengatakan, Obama punya pendamping yang luar biasa, yaitu Michelle, dan calon wakil presiden, Joe Biden. “Barack Obama dan Joe Biden adalah masa depan bagi negara besar ini,” kata Hillary menutup pidatonya.
Kapankah para politikus kita bersikap seperti Hilary diatas, semoga panggung politik kita semakin hari semakin menjanjikan untuk membangun kehidupan yang lebih democratis yang dalam hal ini di tandai dengan kedewasaan dalam menghadapi setiap resiko kekalahan yang terjadi sebagai konsekwensi logis dari kehidupan politik praktis bukan seperti potret sekarang ini. Amiin.

One comment on “POTRET KEDEWASAAN POLITIK BARAT

  1. Semoga, suatu saat politikus negeri tercinta, melakukan hal yang sama. Mereka setelah selesai pemilihan presiden pun, meski dari partai berbeda, melakukan hal yang sama, mendukung program presiden terpilih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s